Sesuaikan Ketiganya Sebelum Menembak - DompuGraphy

Sesuaikan Ketiganya Sebelum Menembak

Tulisan dari: Black_Claw


Dalam proses pengambilan sebuah gambar menggunakan kamera, terdapat tiga hal yang harus kamu atur, atau jika kamu menggunakan modus Auto, maka tiga hal tersebutlah yang diatur otomatis oleh kamera kamu. Tapi sebelumnya, kamu harus mengetahui bagaimana gambar bisa direkam oleh kamera kamu.

Perhatikan gambar ini:

Cahaya yang dipantulkan oleh objek akan masuk kedalam kamera, melewati sebuah gerbang, dan akan ditangkap oleh plat film (pada kamera analog – kamu bisa menyebutnya kamera lama) atau sensor digital (pada kamera digital). Mungkin kamu akan bertanya kenapa cahaya yang masuk? Cahaya ini yang membawa bentuk dari apa yang kamu potret. Kamu tidak bisa melihat kalau gelap total bukan? Mata kamu sendiri adalah kamera, kamera yang sempurna, tepatnya. Sebagus-bagus dan sebaik-baiknya kamera yang diciptakan oleh manusia tidak ada bandingannya dibandingkan mata kamu. Sebuah matamu memiliki sudut pandang hampir 180 derajat tanpa distorsi, CA, vignet, mampu mengambil gambar hampir instan dalam ruang yang minim cahaya, fokus benda dalam jarak dibawah 15 senti, bisa merekam video dalam 30 frame per detik, dengan kualitas gambar 126 megapiksel. Jadi, jagalah matamu baik-baik, kecuali kamu punya cadangan mata burung yang diatas 1000 megapiksel.

Selanjutnya, kamu akan bertanya kenapa harus ada “gerbang”? “Gerbang” inilah yang akan mengatur jumlah cahaya yang masuk dan ditangkap oleh plat film atau sensor, sehingga gambar yang ditangkap tidak terlalu gelap atau terlalu terang.

Shutter Speed

Yang pertama yang diatur oleh gerbang ini adalah Kecepatan Shutter. Ingat bunyi “Cklek!” atau “Crek!” saat kamu memotret? Itu bunyi shutter. Tepatnya bunyi blade yang membuka dan menutup pada lensa kamera kamu. Waktu diantara saat blade terbuka dan tertutup inilah yang disebut dengan Kecepatan Shutter.

Diatas adalah gambar sebuah gerbang cahaya elektronik sebuah kamera. Kamu mengenalnya sebagai shutter. Lihat yang tajam-tajam ditengah itu? Itulah blade. Blade terdiri dari sebuah atau beberapa daun yang bisa membuka dan menutup tergantung waktu yang kamu inginkan. Sistem shutter seperti ini dinamakan Diaphraghm Shutter. Ada banyak jenis shutter yang lain, misalnya Leaf Shutter, dimana ada semacam “daun” yang mengayun saat tombol shutter ditekan, Focal-plane Shutter, dimana yang dibuka adalah pintu di dekat plat film/sensor, dan lainnya, tapi, pada prinsipnya, cara kerjanya adalah sama.

Efek dari kecepatan buka tutup gerbang bernama shutter ini adalah membekukan objek. Semakin cepat jeda antara membuka dan menutupnya, semakin membeku objeknya. Dengan shutter speed tinggi, kamu bisa memotret orang yang sedang melompat di udara dalam keadaan diam, dan lain sebagainya. Jika shutter speed lambat, gambar yang dihasilkan akan kabur atau ganda dan transparan jika objek bergerak.

Tetapi, dengan shutter speed yang lambat, kamu bisa merekam jejak cahaya, misalnya lampu mobil yang bergerak di jalan tol. Hasilnya juga akan indah, tergantung selera kamu.

Tentu saja ada efek balik dari shutter yang cepat/tinggi dan shutter yang rendah/lambat.
Semakin cepat shutternya, semakin sedikit cahaya yang masuk, dan gambar akan semakin gelap jika cahaya kurang, dan sebaliknya. Di kondisi yang remang-remang, tentu saja akan lebih sulit memotret dengan shutter yang cepat dibanding kondisi yang memiliki cahaya cukup.

Di kamera, ukuran kecepatan shutter ini memiliki satuan detik.
1.8 berarti satu detik dan seperdelapan detik (lambat).
1/8 berarti seperdelapan detik, atau 0.125 detik (lumayan).
1/800 berarti 0.00125detik (cepat).

Hey, terimakasih, Perompakjr! :mrgreen:

Beberapa kamera memiliki mode Bulb. Dengan mode Bulb, lamanya bukaan tergantung dari lamanya kamu menekan tombol jepret alias shutter kamera kamu.

Diagfragma, Bukaan Lensa

Berikutnya, yang diatur oleh gerbang ini adalah Diagfragma atau Bukaan Lensa. Ini adalah seberapa besar lubang yang dihasilkan oleh blade nantinya ketika proses membuka dan menutup dilakukan.

Dan, besarnya bukaan ini akan mempengaruhi sesuatu yang dinamakan DOF, Depth of Field, atau saya lebih suka menyebutnya Rentang Fokus. Rentang Fokus adalah daerah pada gambar yang fokus, alias yang tajam, alias yang jelas. Daerah diluar Rentang Fokus akan jadi kabur, alias blur. Fotografer yang anda kenal mungkin lebih suka menyebutnya Bokeh. Ingat itu, bokeh.

Semakin besar bukaan lensa, semakin kecil daerah yang tajam dari gambar kamu. Kamu bisa menggunakannya untuk memotret objek yang dekat, atau model yang cantik atau ganteng, yang menghasilkan daerah background atau latar belakangnya kabur atau blur semua. Ini digunakan untuk membuat orang yang melihat hasil foto perhatiannya terpusat pada objek yang ingin kamu tonjolkan. Begonya, membuat cewek yang cantik atau cowok yang ganteng itu lebih jelas dan keluar kecantikan/kegantengannya.

Sebaliknya, semakin kecil bukaan lensa, semakin luas daerah yang tajam dari gambar kamu. Kamu bisa menggunakannya untuk memotret pemandangan, atau memotret segerombolan orang yang berbaris di lapangan dari depan, yang mana dari daerah yang dekat ke daerah yang jauh tajam semua.

Titik tengah daerah tajam ini dikenal dengan nama titik fokus. Dalam mode auto pada sebuah kamera, kameramulah yang otomatis mengira-ngira dimanakah titik fokusnya. Pada kebanyakan mode default, daerah tengah adalah fokusnya, tapi tentu kamu bisa merubahnya dengan membaca manual.

Dengan mengatur dimanakah jatuhnya fokus ini, kamu bisa mengatur daerah mana yang blur, apakah depan, tengah, atau belakang. Jika kamu ingin daerah blur bagian depan, jatuhkan titik fokus di belakangnya.

Efek lain dari bukaan lensa ini, semakin besar lubang yang dihasilkan dari blade, maka semakin banyak cahaya yang masuk, gambar akan semakin terang, dan sebaliknya. Kamu tentu akan sulit memotret dengan bukaan kecil di lokasi yang cahayanya kurang.

Ukuran bukaan lensa ini pada kamera memiliki nilai yang disebut F, berbanding terbalik dengan besarnya bukaan, dan sebanding dengan rentang fokus. Semakin tinggi nilainya, bukaan akan semakin kecil, dan rentang fokus akan lebih panjang. Misalnya:
F22 = Bukaan kecil, rentang fokus lebih panjang, cahaya yang masuk lebih sedikit
F1.0 = Bukaan besar, rentang fokus lebih pendek, cahaya yang masuk lebih banyak

ASA atau ISO

Adalah tingkat kepekaan plat film atau sensor pada kamera. Pada kamera film disebut ASA, sedangkan pada kamera digital disebut ISO. Semakin besar nilainya, tingkat kepekaannya akan semakin besar, gambar akan semakin terang, dan sebaliknya. Jika kamu ingin gambar yang terang di lokasi yang cahayanya kurang, menaikkan nilai ASA atau ISO mungkin adalah pilihan.

Efek baliknya, semakin tinggi nilai ASA atau ISO ini, maka semakin banyak noise, grain, alias bintik-bintik yang timbul pada gambar.
ISO/ASA 100 = Kepekaan rendah, butuh cahaya lebih banyak, noise tidak terlihat
ISO/ASA 2000 = Kepekaan tinggi, butuh cahaya lebih sedikit, bintik-bintik kayak di neraka

ASA atau ISO ini berpengaruh jika kamu menggunakan blitz atau flash. Seterang dan sedahsyat apapun flash kamu, di ISO/ASA 100, gambar akan cenderung terlihat lebih gelap. Ada hitung-hitungan tentang penggunaan flash ini tapi kamu tidak perlu memikirkannya sekarang. Karena itulah saya menyebut ISO 100 sebagai ISOnya lelaki sejati. Matikan flash kamu dan biarkan cahayanya natural!

Gabungan dari ketiga elemen tersebut yang menentukan terang dan tidaknya sebuah gambar. Terlalu gelap disebut underexpose, dan kelewat terang disebut overexpose. Beberapa fotografer di sekitar kamu akan menertawakan fotomu yang terlalu under atau over, tapi biarkan saja mereka. Under digunakan untuk membuat siluet, sedangkan over bisa kamu gunakan untuk membantu menonjolkan objek sampai menyamarkan jerawat di muka.

Jika kamu memotret, ingat selalu tiga hal tersebut.

Semakin cepat shutter speednya, gambar semakin diam, gambar semakin gelap.
Semakin besar bukaannya, semakin kecil nilai Fnya, semakin sedikit rentang fokusnya, gambar semakin terang.
Semakin tinggi ASA/ISOnya, semakin banyak bintik-bintiknya, gambar semakin terang.

Dan sebaliknya…


sumber :
http://foto.dompu.info

Sesuaikan Ketiganya Sebelum Menembak - DompuGraphy Sesuaikan Ketiganya Sebelum Menembak - DompuGraphy Reviewed by Furkan Samadha on 10:22 PM Rating: 5